Hari Pertama
Perjalanan dimulai di meeting point Dermaga 19, Marina Bay, Ancol, 8 a.m.
Kami naik kapal cepat Sepa dari pantai Marina, dengan tempat duduk 3 orang
per bangku. (menurut informasi dari warga pulau Pramuka, tiket kapal ini Rp
200k per orang). Perjalanan sekitar satu jam, dan kami sudah tiba di
cottage pulau pramuka sekitar 9.30 a.m. (3 kamar per cottage, sekitar 6-8
orang).
Menurut info yang saya baca, harga sewa cottage Rp 350k per malam.
Di trip ini saya udah kenal beberapa personilnya seperti Stevany, adi, Mico
(alumni Ujung Genteng) dan teman saya Hani (yg klo ketawa susah brenti).
Peserta lain yaitu Liana (si Jago diving), diana (bibirnya kayak Angelina
Jolie), Sheila (mirip Denada Tambunan), Eka (istrinya Adi), Wija (yg
alergy air laut), Mumu (pecicilan kayak Denise the menace), Bowie (muka
Jogja), dueto fotografer Mr Slamet n Ervin (dua2nya kalem, tapi sekali
ngomong, hmm…..), Hary (ngajakin canoeing pagi2 tapi ga bangun), last but
not least Yuyum (penampilannya sungguh menipu..).
Oya, di sini terungkaplah para banci poto seperti Mumu, Yuyum yang potonya
ada di setiap kamera..(please check your camera)
Jam 11 a.m. acara pertama adalah tour ke penangkaran penyu, jalan kaki dari
cottage. Di situ ada beberapa ukuran penyu, dari yang masih kecil sampe
dewasa. Oya, si penyu ternyata bisa stress n ga mau makan lho, klo (misal)
dibanting (kaget)..
Cara membedakan penyu jantan dan betina dari suhu tubuhnya waktu masih jadi
telor, itu kata mas-nya yang jaga penyu.
Setelah itu kami makan dan istirahat di kamar. Di luar udara panas sekali,
jadi mendingan ngerumpi di kamar aja. Ndengerin cerita serunya Yuyum
(kerjanya di LSM) waktu di Papua n beberapa daerah timur lain. Termasuk
kisah "penipuan"nya ke orang Papua berkoteka, hehe..
Sekitar jam 2 p.m. kami naik kapal kecil menuju snorkeling spot. Kami
sempat latihan dulu di pinggiran pantai yang tidak berombak, kemudian
sekitar jam 3 p.m. kami snorkeling beneran di Pulau Semak Daun. Ternyata
snorkeling is very fun, walaupun saya masih berulang kali minum air laut
hiks .. asin.. :p trus masker masih sering berembun, karena nafasnya masih
pake hidung (harusnya pake mulut, lewat selang snorkel).
Oya, buat yang ga bawa peralatan snorkeling bisa sewa di Pulau Pramuka, Rp
35 k untuk 1 set masker, snorkel, fin dan life vest.
Selanjutnya kami melihat sunset di salah satu pulau, sekitar pukul 6. (ga
tau nama pulaunya)
Pulang ke cottage, ternyata listrik belum dinyalakan (sepertinya ada quota
listrik).
Setelah mandi, kami menyantap makan malam.. hmm, masakan seafoodnya lumayan
enak loh, mungkin karena hunger factor juga kali.. ada kepiting (tapi
dagingnya dikit), cumi, ikan, sayur, krupuk, buah.. pokoke lengkap deh.
Habis makan, kami ber-8 (Slamet, Ervin, Mumu, Diana, Stevany, Hani, Yuyum,
Lusi) masih bercokol di depan meja makan, (dan menyusul adi) ngerumpi. Saat
itu terjadi peresmian pt Usrip (Usaha Ripuh) Sejahtera dengan GM-nya: Mr
Slamet, assistant GM : Ervin dan Head of QC/QA: Mumu. Penggagas nama pt
Usrip adalah Diana (dengar2 dia minta royalty..hehe).
Meeting pt usrip berlangsung sampai jam 10 p.m.. dengan kesimpulan : "tidak
ada" (karena isinya emang ngelantur semua).
Setelah itu dilanjutkan tidur di kamar masing-masing.
Hari kedua
Kumpul di depan cottage sekitar jam 6 kurang untuk melihat sunrise di
pantai belakang cottage (dekat tempat penangkaran penyu).
Oya, pagi itu n malam sebelumnya banyak yang sakit perut, mungkin karena
masakan terlalu pedas atau kebanyakan termakan garam laut (detox)?
Setelah sarapan nasi uduk dan bersiap2 kami langsung menuju kapal untuk
snorkeling lagi. Kali ini Pak Slamet ikutan nyemplung setelah hari pertama
sibuk memotret aja.
Ervin masih bertahan di kapal, alesannya sih lagi males aja. Niat busuk
Stev 'n I untuk menyeburkan Ervin ke laut ga berhasil, hi hi.. triknya si
Stev, mo minjem kameranya :p
Jam 9.30 a.m mulai snorkeling. Kali ini Snorkeling spot-nya di pulau karya
dan karang lebar. Pemandangan bawah lautnya lebih bagus dari hari pertama,
lagipula karena pagi, cahaya lebih terang di dalam air jadi isi laut lebih
jelas.
Sekitar jam 10 a.m. kami selesai ber-snorkeling ria, matahari sudah sangat
terik juga..
Pulang ke cottage mandi dan bersiap-siang pulang. Setelah makan siang kami
masih harus menunggu kapal yang akan mengangkut kami jam 2 p.m. Jadi waktu
yang tersisa dimanfaatkan untuk family-photo session dengan kamera DSLR-nya
pak Slamet.
Trus masih ada waktu untuk jalan2 beli oleh2.. di situ ada kerupuk ikan
yang harganya Cuma Rp 3.ooo per bungkus, manisan rumput laut rp 6.ooo per
bungkus.
The best shopper that day was Stevany - belanja kerupuknya banyak banget.
Akhirnya kapal tradisional kami sampai juga. Oya, pak Slamet & Ervin
ternyata pakai kapal cepat, jadi kami berpisah dengan penuh haru di depan
cottage (bluffing mode :p).
Dengan harga rp 25 k per orang (hanya seperdelapan harga kapal cepat) bisa
dibayangkan kondisinya.. Kalau di kapal cepat kita bisa duduk di kursi, di
kapal rakyat, lantainya digelar tikar, dan kita lesehan aja.. untuk urusan
speed juga jauh banget, kalau kapal cepat hanya sekitar 1 jam 15 menit,
kapal rakyat memakan waktu almost 3 jam. Punggung dan pantat udah
menyesuaikan bentuk kayu (kotak-kotak) saking lamanya kita duduk di kapal.
Ada beberapa teman ampe ketiduran di kapal dan ada yang naek ke atap kapal.
Jam 16.50, akhirnya kapal sampai juga di muara angke. Kami disambut dengan
aroma ikan yang hmm harumnya.. trus kita masih harus berjalan keluar
(banyak genangan air di jalan), baru dilanjutkan naik taxi. Si Yuyum naek
angkot duluan, cerdik dia, hehe..
Kami berpisah sesuai tujuan masing2. Lucky me, saya n Hani cepat dapat taxi
sementara yang lain masih pada jalan kaki..
C u all on the next trip guys n gals…. Nice to meet u all..
Written by Lusi, May 2008
No comments:
Post a Comment